Minggu, 16 Oktober 2016

Keunikan Bahasa Tegal



KEUNIKAN BAHASA TEGAL

KARYA TULIS ILMIAH
                                                                                                                




                                                                                                  

Oleh :
1.     Ajeng Muhdiyani
2.     Nina Fitriana
3.     Putri Dani Pungky Asih
4.     Tuti Amaliyah

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA
UPTD SMA NEGERI 1 KRAMAT
Jalan Garuda No. 1a Bongkok Kec. Kramat Kab. Tegal ( (0283) 3335936
                                       



 Kata Pengantar
Alhamdulillahhirabbilalamin kami panjatkan puja dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan taufik, hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
Tersusunnya karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan bahasa Tegal, yang sekarang sudah mulai jarang digunakan, dan belum banyak orang yang mengerti dari arti dari bahasa Tegal sendiri.
Untuk itu kami berusaha membuat sebuah karya tulis ilmiah mengenai keunikan bahasa Tegal, agar anda dapat mengetahui apasaja keunikan dari bahas Tegal  dan contoh-contoh kalimat yang belum banyak orang mengetahui artinya.
Mudah-mudahan karya tulis ilmiah ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang bahasa daerah Tegal.
















DAFTAR ISI
Bab 1  Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2   Identifikasi Masalah
1.3   Rumusan Masalah
1.4   Batasan Masalah
1.5   Tujuan Penelitian
1.6   Kegunaan Penelitian
Bab 2 Landasan Teori
2.1Pengertian Masalah
2.2Kaitan Dengan Kehidupan Sehari-hari
Bab 3 Metodologi Penelitian
3.1   Metode Survei
3.2   Metode Wawancara
3.3   Metode Daftar Pustaka
Bab 4 Pembahasan
4.1   Pembahasan
Bab 5 Penutup
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran







BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
                

            Bahasa Jawa Tegal adalah salah satu dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Kota Tegal dan sekitarnya.Tegal termasuk daerah Jawa Tengah di dekat perbatasan bagian barat. Letak Tegal yang ada di pesisir Jawa bagian utara, juga di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, menjadikan dialek yang ada di Tegal beda dengan daerah lainnya. Pengucapan kata dan kalimat agak kental. Dialek Tegal merupakan salah satu kekayaan bahasa Jawa, selain Banyumas. Bahasa Tegal merupakan bahasa yang unik, pengertian unik menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah tersendiri bentuk atau jenisnya, lain daripada yang lain dan tidak ada persamaan dengan yang lain, jadi unik dapat dikatakan sebagai sesuatu yang sangat special dan jarang dijumpai. Meskipun memiliki kosa kata yang relatif sama dengan bahasa Banyumas, pengguna dialek Tegal tidak serta-merta mau disebut ngapak karena beberapa alasan antara lain: perbedaan intonasi, pengucapan, dan makna kata. Berikut tabel yang membedakan antara Bahasa Tegal dan Bahasa Daereh :
Tabel 1 (perbedaan pengucapan)
Dialek Tegal
Bahasa Jawa Standar
Padha
Podho
Saka
Soko
Sega
Sego
Apa
Opo

Tabel 2 (kesamaan ucapan pada kata dasar ditambah akhiran ne)
Kata Dasar
Dialek Tegal
Bahasa Jawa Standar
segane+ne
Segane
segane, bukan segone
gatutkaca+ne
gatutkacane
gatutkacane, bukan gatutkocone
rupa+ne
Rupane
rupane, bukan rupone

      1.2      Identifikasi masalah
1.     Mengapa orang asli Tegal tidak semuanya menggunakan Bahasa Tegal?
2.     Mengapa orang asli Tegal tidak mengerti arti dari Bahasa Tegal itu sendiri ?
3.     Apa bahayanya jika orang asli Tegal melupakan Bahasa Tegal itu sendiri ?
1.3       Rumusan Masalah
               Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan yang diangkat dalam  tulisan ini adalah “Kelemahan dalam menerjemahkan Bahasa Tegal kedalam Bahasa Indonesia”
1.4       Tujuan Penelitian
             Ingin mengetahui arti dari Bahasa Tegal yang banyak orang tidak mengerti artinya.
1.5       Kegunaan penelitian
            Untuk melestarikan Bahasa Tegal agar tidak punah. Dan untuk mendorong masyarakat agar selalu menggunakan Bahasa peninggalan nenek moyang kita.

                                  BAB 2
                                             LANDASAN TEORI
1.     1 Keunggulan Bahasa Tegal
·        Bahasa Tegal cukup mudah dipelajari, terutama masyarakatnya sendiri.
·        Bahasa Tegal unik, karena penggunaan katanya kita harus melihat siapa lawan bicara kita apakah lebih muda ataukah lebih tua.
2.     2 Kelemahan Bahasa Tegal
·        Penggunaan katanya agak kasar, seperti “mbadog” dalam Bahasa Indonesia artinya makan
·        Susah-susah gampang dipelajari, bagi bukan orang asli Tegal akan kebingungan.
·        Susah untuk diterjemahkan

Berikut adalah contoh Dialek Tegal
A : "Kowen kas maring ngendi?"
B : "Kas maring warung."
A : "Atane kowen pan maring ngendi maning."
B : "Nyong pan maring warnet. Pan melu?"
A : "Neng kana pan apa?"
B : "Pan ngerjakna PR kliping. Sida melu?"
A : "Ya wis, tapi sing mbayari sapa?"
B : "Urunan wis. Oke?"
A : "Oke wis. Makasih."

Ciri khas
Selain pada intonasinya, dialek Tegal memiliki ciri khas pada pengucapan setiap frasanya, yakni apa yang terucap sama dengan yang tertulis. Secara positif -seperti dipaparkan oleh Ki Enthus Susmono dalam Kongres Bahasa Tegal I- hal ini dinilai memengaruhi perilaku konsisten masyarakat penggunanya. Untuk lebih jelas, mari kita amati beberapa contoh dan tabel berikut ini:
  • padha, dalam dialek Tegal tetap diucapkan 'pada', seperti pengucapan bahasa Indonesia, tidak seperti bahasa Jawa wetanan (Yogyakarta, Surakarta, dan sekitarnya) yang mengucapkan podho.
  • saka, (dari) dalam dialek Tegal diucapkan 'saka', tidak seperti bahasa Jawa wetanan (Yogyakarta, Surakarta, dan sekitarnya) yang mengucapkan soko.
Dalam kasus tersebut, Enthus menilai masyarakat pengguna bahasa Jawa wetanan (Surakarta, Yogyakarta, dan sekitarnya) kurang konsisten ketika mengucapkan gatutkaca ditambahi akhiran ne. Kata itu bukan lagi diucapkan gatutkocone, melainkan katutkacane, seperti yang dituturkan oleh masyarakat Tegal
Tokoh dialek Tegal
  • Ki Enthus Susmono, yang selalu setia memasukkan unsur dialek Tegal dalam setiap pementasan wayangnya
  • Lanang Setiawan, yang telaten mengumpulkan kosa kata dialek Tegal kemudian disusun dalam Kamus Bahasa Tegal. Lanang juga produktif menciptakan lagu-lagu Tegalan yang disebarkan melalui jalur indie label.
  • Ki Slamet Gundono
  • Hadi Utomo
  • Yono Daryono, yang menggagas Kongres Bahasa Tegal I
Wilayah pengguna
Berikut adalah pemetaan masyarakat pengguna dialek Tegal:

BAB 3
METODE PENELITIAN
     Metode Penelitian
            Penyusunan karya tulis yang bersifat ilmiah, diperlukan suatu penelitian. Sehubung dengan itu maka dalam penyelesaian karya tulis ini diperlukan 3 macam metode, yaitu :
3.1 Metode Observasi, yaitu penulis terjun langsung ke objek yang dijadikan bahan penulisan.
3.2 Metode Wawancara, yaitu penulis melakukan wawancara kepada pihak yang terkait maupun dengan masyarakat tentang objek yang dijadikan bahan penelitian.
3.3 Metode Studi Pustaka, yaitu penulis mengambil data-data yang diperlukan dalam buku-buku media sosial.





                                                           






                                                BAB 4
                                      PEMBAHASAN

NO
Bahasa Tegal
1
Aor
2
Mentiung
3
Gembrangsang
4
Petaora
5
Donge
6
Bonggan
7
Singakon
8
Kayong
9
Kemletuk
10
Klalaran
11
Abane
12
Mener
13
Tapuk
14
Srang-srong
15
Nggremeng
16
Trengginas
17
Clekatakan
18
Cebrik-cebrik
19
Kecean
20
Mecucu
21
Junun
22
Medigrog
23
Metatak
24
Metangkrok
25
Nggries
26
Ngoyos
27
Glasahan
28
Kemresek
29
Sablekatak
30
Petakilan
31
Badeg
32
Dicutiki
33
Prengasane
34
Puas ladas
35
Sliwer
36
Kroak
37
Nggragas
38
Lingak-linguk
39
Dikrues
40
Sakecopoke
41
Akiran
42
Ngenjeg
43
Ndogrog
44
Kanclep
45
Mulet
46
Klembagen
47
Mrojol
48
Awang-awangan
49
Mrendot
50
Ngah-ngahan



















                                                BAB 5
                                           PENUTUP

5.1  Kesimpulan
          Penggunaan bahasa daerah seperti dialek Tegal dapat memengaruhi seseorang dalam hal pemahaman. Dan diantara banyaknya Bahasa Tegal ada beberapa kosakata yang artinya sulit diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia.

5.2  Saran
          Sebagai generasi muda hendaknya kita melestarikan peninggalan kebudayaan nenek moyang kita. Dan mencegah masuknya kebudayaan asing ke daerah kita.
















Kongres bahasa Tegal
Kongres bahasa Tegal I digelar oleh pemerintah Kota Tegal pada tanggal 4 April 2006, di Hotel Bahari Inn kota Tegal. Acara yang digagas oleh Yono Daryono, tersebut menghadirkan beberapa tokoh antara lain SN Ratmana (cerpenis), Ki Enthus Susmono (dalang Tegal), Eko Tunas (penyair Tegal). Tujuan digelarnya kongres itu adalah mengangkat status dialek Tegalan menjadi bahasa Tegal.
Pelopor dan penggita bahasa Tegal adalah Lanang Setiawan. Selain menciptakan lagu-lagu tegalan, ia juga menerbitkan tabloid tegalan, TEGAL TEGAL, menulis novel berjudul Oreg Tegal, dan secara rutin menulis kolom tetap Anehdot Tegalan di harian Pagi Nirmala Post. Karena kesetiaannya, pada 19 Oktober 2008 ia menerima anugerah Penghargaan Penggiat Bahasa Tegal dari Walikota Tegal, Adi Winarso.
Bahasa gaul
Tak kalah dengan daerah lain, Tegal juga memiliki bahasa gaul yang asal muasalnya dari bahasa prokem. Bahasa ini pertama digunakan oleh para gerilyawan saat perang kemerdekaan. Namun perkembangan selanjutnya menunjukkan, bahasa prokem beralih fungsi menjadi bahasa gaul. Pola pembentukan bahasa gaul Tegal menggunakan distribusi fonem. Contoh kata jasak berasal dari kata bapak (bapa). Di sini huruf B digeser (diganti) dengan huruf J, dan huruf P diganti dengan huruf S. Sementara huruf hidup (vokal) tidak mengalami perubahan.








Kosa kata bahasa gaul Tegal
Asal kata
Bahasa Gaul Tegal
Aku
Yanu
bapa (k)
Jasak
mbok (ibu)
Jok
batir (teman)
Jakwir
kakang (kakak)
Sahang
Minum
Nyikung
Adik
Yarik
balik (pulang)
Jagin
wadon (cewek)
Tarok